Sabtu, 23 Mei 2015

61 anggota ISIS tewas dalam serangan di Irak

61 anggota ISIS tewas dalam serangan di Irak


Baghdad (ANTARA News) - Sedikitnya 61 anggota kelompok Negara Islam (Islamic State of Iraq and Syria/ISIS) tewas dalam serangan udara pimpinan Amerika Serikat dan bentrokan dengan pasukan keamanan Irak di Irak tengah dan utara pada Sabtu (23/5).

Sementara itu pasukan keamanan membebaskan satu kota kecil saat mereka bergerak maju untuk merebut kembali kota besar di Provinsi Anbar dari anggota ISIS menurut beberapa sumber keamanan.

Di Irak Utara, pesawat koalisi internasional pada Sabtu pagi menggempur benteng ISIS di Desa Ashiq di dekat Kota Tal Afar yang dikuasai ISIS, sekitar 70 kilometer di sebelah barat Ibu Kota Provinsi Nineveh, Mosul.

Serangan koalisi itu menyebabkan 11 anggota ISIS tewas dan delapan lainnya cedera menurut satu sumber keamanan Kurdi yang tak ingin jatidirinya disebutkan kepada kantor berita Xinhua.

Menurut sumber keamanan, pesawat-pesawat tempur koalisi pimpinan Amerika Serikat juga menyerang posisi-posisi ISIS di satu desa dekat Kota Qaiyara yang dikuasai ISIS, yang berada sekitar 50 kilometer di sebelah selatan Mosul, merusak empat kendaraan ISIS dan menyebabkan 16 anggotanya tewas.

Di Provinsi Salahudin, pasukan keamanan Irak dan milisi sekutunya mematahkan serangan petempur ISIS ke ladang minyak Allas di daerah Himreen di bagian timur provinsi itu setelah bentrokan sengit dengan anggota kelompok bersenjata itu, yang memulai serangan semalam menggunakan bom mobil dan senapan mesin berat, kata satu sumber keamanan provinsi.

Menurut sumber itu, ISIS mengakhiri serangan mereka pada pagi hari, setelah mereka gagal menjejakkan kaki di ladang minyak, dua kendaraan mereka hancur, tiga anggotanya tewas serta tiga anggota lainnya cedera.

Di provinsi yang sama, pasukan keamanan dan anggota kelompok Hashd Shaabi bentrok dengan petempur ISIS di kilang minyak Baiji yang sebagian dikuasai ISIS, sekitar 200 kilometer di sebelah utara Ibu Kota Irak, Baghdad, kata sumber itu tanpa memberi perincian mengenai korban jiwa.

Pertempuran di kilang minyak Baiji terjadi setelah pasukan keamanan berhasil memasuki kilang minyak terbesar di Irak itu Kamis malam dan menembus pengepungan anggota ISIS terhadap lebih dari 300 anggota keamanan di dalam kilang minyak itu setelah mereka merebut wilayah di sana pada awal Mei.(Uu.C003)

Kamis, 21 Mei 2015

Nekat! Fotografer Selfie Bareng Hiu Lapar

Nekat! Fotografer Selfie Bareng Hiu Lapar



Aaron Gekoski, 34, ingin menunjukkan sedikitnya bahaya yang ditimbulkan hiu terhadap manusia.
Liputan6.com, Pretoria - Aksi nekat dilakukan seorang fotografer bernama Aaron Gekoski. Ia berfoto bareng kawanan hiu ganas yang sedang kelaparan. Ekstrem!

Dilansir dari Mirror.co.uk Rabu (20/5/2015), Aaron melakukan aksi nekatnya saat ia menyelam dekat Aliwal Shola, Afrika Selatan, saat masa migrasi ikan sarden berlangsung tiap bulan Juli.

Pria berusia 34 tahun itu sebetulnya ingin menunjukkan sedikitnya bahaya yang ditimbulkan hiu terhadap manusia.

"Menyelam di Aliwal Shoal, kita dapat melihat penampakan hiu. Namun aku jamin kita akan tetap berada dalam kondisi yang aman. Aku pikir ber-selfie dengan kawanan hiu bisa menunjukkan 'pesan' itu," ujar Aaron.

Setiap tahun, sekitar 1.000 juta hiu dibunuh, terutama untuk melayani permintaan kuliner di Asia -- dijadikan sup sirip ikan hiu, yang mendorong banyak spesies ini ke ambang kepunahan.

"Di sisi lain, hiu hanya membunuh sekitar 5 orang per tahun, kebanyakan karena kesalahan identitas. Aku ingin menggambarkan bahwa hiu tidaklah berbahaya, dibandingkan manusia yang memakan mereka. Merekalah yang berada dalam bahaya, bukan kita," tegas Aaron. (Dsu/Tnt)

Hebat! Pria Ini Main 2 Alat Musik Sekaligus dan Nyanyi

Hebat! Pria Ini Main 2 Alat Musik Sekaligus dan Nyanyi



Seorang seniman musi di Malawi memainkan alat musik berbentuk untaian tali dan menyanyi dengan iringan alat musik sederhana itu.
Liputan6.com, Malawi - Seorang seniman di Malawi memainkan 2 alat musik sendiri sekaligus, bahkan sambil bernyanyi. Hebat!

Dalam aksi uniknya itu, ia memainkan alat musik berbentuk untaian tali dengan kedua tangannya, sementara perkusi digerakkan dengan kaki. Lalu menyanyi diiringi alunan musik yang dibawakannya seorang diri.

Dalam Huffington Post berbahasa Prancis disebutkan, bahwa rekaman penampilan Gasper Nali membawakan lagu "Abale Ndikum Gem" itu diunggah ke YouTube oleh seorang wisatawan Rusia.

Menurut seorang pengguna YouTube yang mengerti bahasa Chichewa -- bahasa resmi Malawi, disebutkan bahwa sang seniman mengeluhkan kekelaman dunia pelacuran di Malawi. Walaupun dengan nada lagu yang terdengar gembira.

Gasper Nali dikenal melalui karya dokumenter "Deep Roots Malawi - Official Movie" di tahun 2012. Dalam tayangan itu ia menjelaskan asal-muasal alat musik bersenar 3 itu.

"Adik lelakiku yang menciptakan alat yang suaranya mengasyikan itu. Karenanya kami sepakat untuk membuat gitar dari tali dan kami namai ‘Babatoni’. Ketika kami memainkannya, orang-orang menyukainya." ucap Nali. (Alx/Tnt)

Selasa, 19 Mei 2015

Paus Fransiskus kukuhkan dua wanita Palestina sebagai orang suci

Paus Fransiskus kukuhkan dua wanita Palestina sebagai orang suci



Merdeka.com - Dua biarawati asal Palestina bernama Marie Alphonsine Ghattas dan Mariam Bawardy dinobatkan sebagai orang suci dalam tradisi Katolik. Upacara keagamaan penyucian keduanya serta penyematan gelar Santa oleh Tahta Suci Vatikan digelar Minggu (17/5), di Gereja St. Peter's Square.

Upacara penobatan gelar orang suci ini dihadiri 2 ribu peziarah dari Palestina, Israel, dan Yordania. Presiden Palestina Mahomoud Abbas, nampak hadir di sebelah Paus Fransiskus Paus Francis.

Dalam pidatonya saat menobatkan dua orang suci dari Palestina itu, Paus mendesak jemaat mengikuti "jalan cahaya" yang dipraktikan oleh kedua perempuan pada abad ke-19 tersebut.

Seperti dilansir laman business insider, diketahui Marie Alphonsine Ghattas, lahir di Yerusalem pada 1843 dan meninggal pada 1927.

Sedangkan, Mariam Bawardy lahir di Galilea, yang kini menjadi bagian utara Israel, pada 1846. Dia menjadi seorang biarawati di Prancis, meninggal di Bethlehem pada 1878. Sebelum kini resmi menjadi santa, Mariam sempat disucikan (beato) oleh Paus Yohanes Paulus II pada 1983.

Dalam upacara kemarin, terdapat dua wanita Italia dan Prancis, yang turut disucikan (menjadi beato). Mereka dalah Jeanne Emilie de Villeneuve (18811-1854) dan Maria Cristina dell'Immacolata (1856-1906).

Foto besar dari ke-empat wanita tersebut tergantung di muka Gereja Peter's Basilica yang mengahdap ke seluruh penjuru. Bawardy dan Ghattas adalah dua orang wanita pertama yang disucikan setelah Palestina lepas dari kekuasaan Kaisar Ottoman, Turki.

Merasa 'diteror', Jokowi minta SBY beri penghargaan ke Ruhut

Merasa 'diteror', Jokowi minta SBY beri penghargaan ke Ruhut


Merdeka.com - Presiden Joko Widodo ( Jokowi) akhirnya hadir dalam pembukaan kongres ke-IV Demokrat di Surabaya, Jawa Timur. Dalam pidatonya, Jokowi minta Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberi penghargaan kepada kader Demokrat, Ruhut Sitompul.

Jokowi, yang memakai stelan jas hitam dengan dasi merah, bercerita Ruhut terus 'meneror' dirinya melalui SMS dan telepon. Ruhut minta Jokowi untuk hadir dalam kongres di Hotel Shangri-La, Surabaya.

"Pak SBY, mohon Pak Ruhut diberikan penghargaan," kata Jokowi di Surabaya, Selasa (12/5).

Menurut Jokowi, Ruhut menelepon dan mengirim pesan singkat sampai tiga kali saat dia melakukan kunjungan kerja di beberapa wilayah Indonesia Timur.

"Telepon saya tiga kali, waktu saya masih di Jayapura ditelepon, di Merauke ditelepon, di Papua Nugini ditelepon, ditambah SMS sekali," kata Jokowi disambut tawa.

Jokowi bahkan mengungkap isi SMS Ruhut di hadapan ratusan kader Demokrat yang hadir.

"SMS kurang lebih begini. Maafkan aku bapak presiden, sebagai pendukung setiamu, mohon bapak hadir di kongres Partai Demokrat keempat, ini saya buka saja, biar kapok," canda Jokowi disambut riuh para hadirin.

Senin, 18 Mei 2015

Mengerikan, beras plastik sudah beredar di Indonesia

Mengerikan, beras plastik sudah beredar di Indonesia

Add caption

Merdeka.com - Masyarakat sekarang harus ekstra hati-hati dalam mengonsumsi suatu makanan. Sebab, bukan hanya makanan cepat saji saja berbahaya, namun makanan yang diolah sendiri pun juga bisa berbahaya.

Dewi Setiani, warga Bekasi, Jawa Barat merasa resah dengan beras yang dia beli Minggu (17/5) kemarin. Sebab, jenis beras yang dibeli berbeda dengan beras biasanya. Mulai dari bentuk, hingga rasa, beras ini lebih terasa seperti plastik.

Awalnya, Dewi membeli persediaan beras di Pasar Mutiara Gading Timur, Bekasi untuk diolah menjadi nasi uduk. Menurut pedagang, beras ini berasal dari Karawang dengan merek Straramos.

"Kemarin saya beli beras di pasar. Seperti biasa saya membeli beras ini kiloan dengan harga Rp 8000 per kilo. Tapi saat saya beli ini engga seperti beras yang saya konsumsi sebelumnya," terang Dewi ketika dihubungi merdeka.com, Senin (18/5).

Dugaan adanya beras palsu tersebut pun muncul ketika Dewi mengolah beras itu menjadi nasi uduk untuk dijual. Bahkan saat dia memasak untuk kedua kalinya untuk memastikan, hasilnya pun tetap sama.

"Berasnya jadi aneh dan rasanya juga enggak kayak nasi pada umumnya. Lebih terasa kayak plastik, karena sintesisnya berasa banget," imbuh Dewi.

Dengan adanya beras palsu ini, Dewi mengurungkan niatnya untuk menjual nasi uduk hari ini. Dia enggan untuk menukar beras tersebut dengan beras yang lain karena menurutnya hasilnya akan sama saja.

"Suami saya menyarankan untuk menukarnya dengan beras baru. Tapi percuma mungkin hasilnya akan sama saja. Insya Allah saya akan melaporkan ini ke YLKI, karena sangat merugikan. Semoga tidak menimpa pedagang lain," tutup Dewi.

Debat ulama boleh tidaknya Alquran dibaca dengan langgam Jawa

Debat ulama boleh tidaknya Alquran dibaca dengan langgam Jawa


Merdeka.com - Cara membaca Alquran dengan langgam Jawa terus menjadi perdebatan. Ada yang membolehkan, namun ada yang menolak keras sampai mengharamkan. Tak hanya di kalangan awam, di kalangan ulama pun muncul dua pendapat. Seperti apa?

Pro kontra ini muncul setelah acara peringatan Isra Miraj di Istana Negara pada Jumat (15/5) lalu menampilkan qori Muhammad Yasser Arafat yang juga dosen di UIN Kalijaga Yogyakarta membacakan surah An Najm ayat 1-15 dengan langgam Jawa. Acara itu dihadiri Presiden Jokowi, sejumlah menteri dan undangan dari negara sahabat.

Lantunan ayat Alquran yang dibacakan Yasser ini kemudian mengundang kontroversi. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengaku ide itu datang dari dirinya. "Tujuan pembacaan Alquran dengan langgam Jawa adalah menjaga dan memelihara tradisi Nusantara dalam menyebarluaskan ajaran Islam di tanah air," kata Lukman melalui akun Twitter resminya, Minggu (17/5).

Dia mengklarifikasi ini, karena banyak yang menyalahkan Presiden Jokowi atas adanya tilawah versi Jawa. "Pembacaan Alquran dengan langgam Jawa pada Peringatan Isra Miraj di Istana Negara sepenuhnya ide saya, sama sekali bukan kehendak Presiden RI," cuitnya lagi.

Kendati demikian, dia berterima kasih atas masukan dan apresiasi masyarakat terhadap tilawah langgam Jawa tersebut. "Saya menyimak kritik yang berkeberatan dengan adanya pembacaan Al-Quran dengan langgam Jawa. Tapi saya juga berterimakasih kepada yang mengapresiasinya," tutupnya.

Lantas bagaimana pendapat para ulama atas hal ini?

Pimpinan Pondok Pesantren Tinggi MAQDIS, Saiful Islam Mubarak menegaskan bacaan Alquran dengan irama Jawa bertentangan dengan karakter Alquran.

Menurut Saiful, sekiranya irama yang digunakan untuk membaca Alquran itu hanya dinikmati kelompok kecil seperti kelompok seniman Jawa maka hal tersebut telah keluar dari karakter Alquran yang bacaannya untuk dinikmati seluruh manusia terutama orang yang beriman. Tidak dapat dipungkiri bahwa seni baca Alquran telah tersebar ke seluruh dunia dengan irama yang dapat mengantarkan semua umat menuju nikmatnya khusyu. Terkait dengan seni baca Alquran, Indonesia dapat dikatakan termasuk Negara yang paling kaya dengan juara MTQ tingkat Internasional.

Saiful mengutip hadits yang berbunyi: "Dari Hudzaifah bin Yaman berkata, Rasulullah Saw bersabda: bacalah Alquran dengan mengikuti irama orang Arab dan suaranya. Janganlah kamu mengikuti irama ahli kitab (Taurat dan Injil), dan orang fasik. Nanti akan datang setelah aku satu kaum yang membaca Alquran mengikuti gaya para penyanyi, irama pendeta, irama ratapan yang tidak sampai kepada tenggorokan mereka. Hati mereka merasa bangga, bangga diri dengan gaya mereka sendiri". (HR. Thabrani)